Thursday, September 22, 2016

Sekolah Sehat dan Kelas Olahraga, Untuk Jantung Sehat


Sekolah Sehat dan Kelas Olahraga, Untuk Jantung Sehat
Oleh : Iwan Sumantri

Salah satu sekolah menengah di Kabupaten Sukabumi adalah SMP Negeri 3 Cibadak, dimana sekolah ini tempat saya mengajar,mendidik dan melatih para siswa. SMP Negeri 3 Cibadak, selain menjadi Sekolah Standar Nasional (SSN), Sekolah Berbudaya Lingkungan juga merupakan Sekolah Sehat dan Sekolah Kelas Olahraga Nasional.

Guna menyamakan persepsi tentang Sekolah Sehat dan Sekolah Kelas Olahraga , Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan Pedoman Gerakan Sekolah Sehat dan Sekolah Kelas Olahraga yang di dalamnya berisi  Standar Sekolah Sehat dan Kelas Olahraga.


Sehat adalah keadaan badan dan jiwa yang baik. Artinya, sesuatu dikatakan sehat jika secara lahiriah, batiniah, dan sosial berjalan secara normal dan baik, sehingga memung­kinkan sesuatu dapat produktif, baik secara sosial maupun ekonomis.  Jika hal ini dikaitkan dengan lem­baga pendidikan, maka sekolah sehat dapat dimaknai seba­gai lembaga pendidikan yang memiliki unsur-unsur yang baik (normal) secara lahiriah (jasmani) dan batiniah (rohani).

Monday, September 12, 2016

Fitur-Fitur Pada Moda Daring Guru Pembelajar

Fitur-Fitur Pada Moda Daring Guru Pembelajar
Oleh: Iwan Sumantri

Bapak/Ibu guru berikut saya mencoba berbagi sesuatu / fitur-fitur yang ada pada moda daring yang di dapat dari infokemendikbud.com. Mudah-mudahan bermanfaat, selamat belajar dan menyimak !

LMS (Learning Manajemen Sistem) guru pembelajar moda daring merupakan sistem yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran bagi peserta guru pembelajar moda daring (dalam jaringan). Dalam LMS (Learning Manajemen Sistem) guru pembelajar moda daring terdapat beberapa ikon fitur yang harus diketahui oleh peserta pelatihan Guru Pembelajar Moda Daring.
Fitur LMS Guru Pembelajar yang Harus Diketahui Peserta Guru Pembelajar Moda Daring
Berikut adalah fitur beserta ikon yang terdapat dalam LMS (Learning Manajemen Sistem) guru pembelajar moda daring :

1. Lesson
Lesson merupakan suatu fasilitas yang digunakan untuk menyampaikan konten dan atau variasi kegiatan pembelajaran pada Guru Pembelajar Moda Daring. Lesson pada kegiatan Guru Pembelajar Moda Daring ini diberi nama “Kegiatan” dilanjutkan dengan nomor dari sesi dan urutan Kegiatannya (contoh: “Kegiatan 1.2” Artinya Sesi 1 Lesson ke-2 ).
Dalam Lesson berisi tentang materi pembelajaran yang terdiri dari teks dan gambar. Lesson juga bisa berisi quiz atau pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan pemahaman peserta pada topik pembelajaran tertentu. 

Friday, August 26, 2016

Sambutan Mendikbud Tentang Guru Pembelajar

Sambutan Mendikbud Tentang Guru Pembelajar 
Oleh: Iwan Sumantri

Mendekati bulan Oktober 2016 rasa-rasanya pas kalau saya berbagi sesuatu tentang guru pembelajar. Sama halnya dengan siswa, kita pun para guru harus mempersiapkan diri untuk menghadapi sesuatu yang akan menjadi salah satu tolak ukur, pantaskah kita jadi guru ( UKG 2016).
 
Bukan siswa saja harus belajar, guru juga di tuntut untuk jadi pembelajar. Berikut saya mencoba berbagi bagaimana cara melihat hasil UKG 2015 sebagai raportnya guru dan Sambutan Pak Menteri Tentang Guru Pembelajar.

Cara Registrasi Akun Guru Pembelajar.

1. Ketik : https://sim.gurupembelajar.id
2. Pilih registrasi akun
3. Ketik : Nomor peserta UKG - ketik tgl lahir dengan  format : 00 Bulan 19.. (klik tab tanggal yg disediakan)
4. Centang saya bukan robot, pilih gambar sesuai perintah
5. Klik register
6. Anda akan memperoleh file dengan nama : akun-no UKG
7. Klik kembali ke login
8. Buka file pdf yang sudah dikirim
9. Ketik user name yg ada di file pdf, pada kotak yang ada tulisan email
10. Ketik kata sandi/password nya
11. Pilih login !


Thursday, August 25, 2016

Cara Melihat Hasil UKG 2015

Cara Melihat Hasil UKG 2015
Oleh : Iwan Sumantri

Bukan siswa saja harus belajar, guru juga di tuntut untuk jadi pembelajar. Berikut saya mencoba berbagi bagaimana cara melihat hasil UKG 2015 sebagai raportnya guru.

Cara Registrasi Akun Guru Pembelajar.
1. Ketik : https://sim.gurupembelajar.id
2. Pilih registrasi akun
3. Ketik : Nomor peserta UKG - ketik tgl lahir dengan  format : 00 Bulan 19.. (klik tab tanggal yg disediakan)
4. Centang saya bukan robot, pilih gambar sesuai perintah
5. Klik register
6. Anda akan memperoleh file dengan nama : akun-no UKG
7. Klik kembali ke login
8. Buka file pdf yang sudah dikirim
9. Ketik user name yg ada di file pdf, pada kotak yang ada tulisan email
10. Ketik kata sandi/password nya
11. Pilih login !


Video Sambitan Menteri ada Disini !







 


SEMOGA BERHASILKalau sudah berhasil login anda bisa tahu modul mana yang harus dipelajari !
Jangan lupa selalu belajar agar kita jadi Guru Pembelajar !

Thursday, August 18, 2016

"S-TIMASI" Gerakan Literasi Sekolah S3 Cita Idola

"S-TIMASI" Gerakan Literasi Sekolah S3 Cita Idola
Oleh: Iwan Sumantri


Memasuki tahun pelajaran 2016/2017 selain pemberlakuan kuirikulum 13 untuk kelas VII di S3 Cita idola (SMP Negeri 3 Cibadak) kabupaten Sukabumi juga mencanangkan Gerakan Literasi Sekolah yang diberi nama "S-TIMASI"...Smpn- Tilu MAca LiteraSI.

Apa itu Garakan Literasi Sekolah?

Gerakan Literasi Sekolah merupakan suatu usaha atau kegiatan yang bersifat partisipatif dengan melibatkan semua elemen sekolah (siswa,guru,kepala sekolah,tenaga pendidik/TU,pengawas sekolah, komite sekolah, orangtua/wali siswa) akademis,penerbit,media massa,masyarakat dan stikholder yang peduli akan pendidikan yang dapat mempresentasikan keteladanan, serta semua elemen dibawah koordinasi Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud.

Wednesday, August 17, 2016

HUT Pramuka ke 55 di Kwarran Cibadak Tahun 2016

HUT Pramuka ke 55 di Kwaran Cibadak Tahun 2016
Oleh : Iwan Sumantri

Setiap tanggal 14 Agustus, jadi ingat kembali 22 tahun yang lalu, saat pertama kali saya mengucap janji hidup bersama sang isteri untuk menjalin keluarga yang sakinah mawadah warohmah. Dua putra sudah kami miliki dengan nama yang berbau pramuka. Anak pertama kami berinama Krani Pratiwi dan si bungsu Hammam Pratama Putra. 

Tapi bukan keluarga yang akan saya sampaikan pada tulisan ini.....tapi sekitar kegiatan HUT Pramuka ke-55 di Kwaran Cibadak Tahun 2016...
Hampir 85 pangkalan, mulai dari penggalang SD/MI, SMP/MTs dan penegak SMA/MA/SMK hadir dalam perkemahan Sabtu Minggu (Persami). Meriah dan mempuni jika dilihat dari kuantitas peserta perkemahan...dan ini mungkin peserta perkemahan terbanyak di kwarran  Cibadak sejaak era reofrmasi.

Mengambil tema : Revitalisasi Gerakan Pramuka di Kwaran Cibadak kegiatan di buka secara resmi oleh Mabiran Kecamatan Cibadak disertai dengan pelantikan 5 Pandega untuk kwaran Cibadak.
Agenda perkemahan selain upacara, tekpram dan pawai obor, diisi juga dengan lomba gapura antar pangkalan dan lomba K3.

Wednesday, June 22, 2016

SPD (Selalu Pergi Diklat) Karena “DEKAT” dengan Orang DINAS

SPD (Selalu Pergi Diklat) Karena “DEKAT” dengan Orang  DINAS
Oleh: Iwan Sumantri

Bersama Pak Kadis Provinsi Jabar 
Yang Terhormat Pak Menteri

Teriring salam dan sejahtera saya buat Pak Menteri, semoga Bapak selalu sehat  dalam menjalankan tugas amanah bangsa.

Berikut ini saya mencoba  mengulas dan menyampaikan sesuatu yang saya rasakan untuk bahan masukan di dunia pendidikan tentang keberadaan Diklat/Pelatihan bagi Guru .

Saya dan tentunya guru-guru dinegeri ini berharap mendapat pelatihan diklat yang bisa  meningkatkan kompetensi kami dilapangan. Tapi asa dan harapan itu hanya sebatas pengharapan saja….Diklat dan pelatihan biasanya hanya bagi mereka (para guru) yang dekat dan kenal dengan orang-orang penting di DINAS Pendidikan, bukan karena kompetensi yang dimiliki guru tersebut untuk ikut diklat (asal tunjuk dan kirim).  Tak sedikit dan sudah umum ada guru yang spesialis diklat tiap bulannya karena kedekatan mendapat tugas dari DINAS Pendidikannya…gurunya itu-itu saja !

Makanya muncul kesenjangan antara guru yang selalu diklat/pelatihan dengan yang tidak pernah sama sekali. Saya jadi prihatin. Padahal kesempatan itu sebaiknya sama terlepas dari mampu dan tidaknya guru melaksanakan diklat/pelatihan. Hal inilah yang mungkin berimbas pada hasil UKG yang kurang memuaskan dan untuk para PNS bertumpuknya guru di golongan IVa karena pengembangan dirinya kurang (bahkan tidak ada sama sekali).

Tak sedikit hasil pelatihan/diklat tak berimbas pada guru-guru lain di lapangan,
Dari fenomena tersebut, saya berharap dan usul bisa disikapi oleh Pak Menteri beserta jajarannya.
Terimakasih.


Monday, June 20, 2016

Surat Buat Pak Menteri !

Refleksi Seorang Guru Di Daerah !
oleh : Iwan Sumantri

Yth. Pak Menteri
Saya adalah seorang guru yang mengajar,mendidik dan melatih para siswa sejak tahun 1988 disekolah swasta Tamansiswa sampai dengan 2015. Alhamdulilah sekarang saya mengajar di sekolah Negeri sejak diangkat jadi PNS tahun 2005.

Mengamati,merasakan dan mengalami fenomena pendidikan akhir-akhir ini saya merasa prihatin dan ikut bertanggungjawab, ada apa dengan pendidikan kita. Para guru selalu jadi sasaran dan bahan gunjingan di masyarakat ketika ada anak didik kita merokok, tawuran, kriminal, pembunuhan,pelecehan seksual dan hal lainnya….semua yang jadi masalah selalu di lontarkan pada guru. Apa apa dengan pendidkan kita sekarang ini?

Mungkinkah karena ada kesalahan dalam pemberian gaji PNS? Tanggal 1 tiap bulannya para PNS sudah mendapatkan gajih. Padahal kewajiban PNS untuk melaksanakan tugasnya belum sepenuhnya dilaksanakan. Mungkinkah gaji PNS ini bisa tidak jadi “barokah” yang dampaknya pada tugas guru mengajar,mendidik dan melatihnya tidak sepenuh hati? Atau pendidikan kita terlalu menganut paham luar negeri yang dirasakan lebih “Wah” mulai dari strategi,metode,model pembelajaran,teknik,dan lainnya yang diperlukan dalam proses belajar mengajar. Atau kita punya “dosa” yang meremehkan dan meyepelekan ajaran-ajaran pendahulu kita, salah satunya seperti ajaran Ki Hajar Dewantara dengan “sistem Among”nya (Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani) yang sudah dilupakan oleh para guru saat ini. Atau ada hal lain…dimana pendidikan sudah mulai dimasukkan unsur “ Bisnis” untung dan rugi di dalamnya….atau ada “orang-orang” yang didalamnya tak sepenuh hati untuk mendidik,mengajar dan melatih anak-anak kita di negeri ini.

Pak menteri itulah “Refleksi diri saya sekarang ini” semoga ada solusi kedepannya, yang pada akhirnya anak-anak kita jadi generasi emas di negeri ini !